|
Akhirnya Kawasaki Motor Indonesia secara resmi meluncurkan produk sepeda motor teranyarnya pada tanggal 30 Januari 2010 yang lalu. Produk yang telah diluncurkan medio Desember 2009 lalu itu, merupakan varian sepeda motor bebek terbaru di kelas 110cc yang diberi nama “Kawasaki Edge”. Setelah tahun lalu KMI menggebrak lewat produk KLX 150cc serta facelift dari Kawasaki Athlete, produk inilah yang benar-benar baru yang diluncurkan KMI pada tahun 2010 ini. 
Entah bagaimana marketing strategy dari KMI dalam meluncurkan produknya, yang jelas ditengah gempuran para ATPM kompetitor, KMI tetap pede untuk meluncurkan produk dengan desain bersudut tajam ini. Ketika menghadiri Undangan dari KMI yang diberikan kepada BKRC Jakarta, ada perasaan berkecamuk yang ada dipikiran saya tentang motor bebek ini. Bukan tentang Titi Kamal yang cantik itu yang dipilih menjadi Brand Ambassador untuk produk ini, tapi ada rasa pesimistis mengenai market share dari produk ini. Mungkin pecinta kendaraan roda dua tanah air telah lebih dulu mengenal produk sepeda motor dari market leader dikelas bebek yang digawangi oleh Band Nidji. Atau motor si Komeng yang katanya semakin didepan itu? Nah, sanggupkah Kawasaki Edge menggempur produk-produk yang hampir diseluruh stasiun televisi kita telah lihat iklannya itu? Apa yang ingin “diunggulkan” dari produk ini? Atau ada target sendiri dari KMI untuk quantity dari motor ini? 
Saya mungkin bukan orang yang mengerti tentang mesin sepeda motor, tapi saya adalah pecinta sepeda motor yang juga punya selera dalam memilih. Sekali lagi apa yang diunggulkan oleh “Kawasaki Edge” ini? Sanggupkah Kawasaki Edge bertarung Head to head dengan produk lain? Dari sisi desain, Kawasaki Edge yang katanya bersudut tajam itu, konsumen telah lebih dulu disuguhkan oleh motornya si Komeng dengan desain seperti itu. Dari sisi harga pun tidak jauh beda dengan motor yang dibawa Nidji dengan basis mesin berteknologi EFT dan memang terbukti “paling laku” dikelas 110cc. Ketika diluncurkan pertama kali oleh KMI di Bekasi Square yang juga mengundang BKRC Jakarta, telah banyak media cetak atau internet serta blog pecinta motor mengulas tentang produk ini. Dan dapat ditebak reaksi dari para pembaca. Ada rasa pesimis dari saya pribadi mengenai produk ini. Apalagi slogan “Bicara Kawasaki adalah bicara Ninja, bicara Ninja adalah bicara Kawasaki” begitu melekat dihati konsumen pecinta Kawasaki. Ya, Kawasaki itu Ninja. Bukan motor bebek. Bukan yang lain. Maka rasa pesimis itu bisa dipastikan menjadi dugaan bahwa produk Kawasaki Edge hanyalah pemanis saja. 
Selaku konsumen awam, mungkin yang jadi perhatian adalah soal harga dan desain. Entah dimana KMI akan menempatkan “Kawasaki Edge” seharga Rp 13.8 juta (edge-vr) ini karena pada level tersebut siap menghadap para leader dikelas bebek. Belum lagi selesai saya menulis artikel ini, ada pembaca di detikoto yang telah memprotes harga yang dianggap kemahalan dan terlalu pede untuk bertarung dengan bandrol seperti itu. Dari sisi marketing,mungkin pecinta motor bisa dipastikan akan jarang melihat iklan motor ini di televisi. Jangankan Kawasaki Edge, Kawasaki Ninja250 R yang laris manis itupun kita jarang melihat iklannya di televisi. Ya itulah kenapa Kawasaki dibilang terlalu pede untuk menjual produknya. Darimana konsumen tahu produknya kalau iklannya saja jarang terlihat? Bahkan saya belum pernah sekalipun melihat iklan KLX150s yang katanya sempat mengalami empty stock akhir tahun lalu itu, kecuali dari kalender dan brosur. Setelah Peluncuran produk yang mengusung teknologi KSAI(Kawasaki Secondary Air Injection System) ini yang akan dilakukan oleh KMI seperti biasanya (setelah beberapa bulan pelucuran -red) adalah mengundang para pemakai Kawasaki Edge untuk sekedar sharing tentang kelebihan dan kekurangannya. Disertai konsep mengenai striping baru yang akan meminta pendapat dari pemakai Kawasaki Edge sebelumnya. Bisa dipastikan Tahun depan akan diluncurkan Kawasaki Edge dengan tampilan striping baru serta (mungkin) pilihan warna baru. Hanya seperti itu sajakah marketing strategy dari KMI dalam pemasaran produknya? Apa KMI tidak berkaca dari ATPM lain yang membuat inovasi sebelum peluncuran produknya yaitu dengan mengundang para blogger serta memberikan test drive kepada mereka? Apa tidak ada inovasi lain karena memang Kawasaki tidak terlalu berharap dari Industri sepeda motor di Indonesia, tetapi lebih konsentrasi kepada industry lain? Ah…saya tidak berhak berkata seperti itu. Tapi itu adalah suara konsumen yang saya dengar karena kecintaan mereka terhadap sepeda motor Kawasaki. Ketika ATPM lain berlomba mendongkrak penjualan sepeda motor matic nya, isu KMI akan menelurkan produk matic nya hanya ada di blog-blog para pecinta motor saja tanpa tahu kapan kebenarannya. Begitu juga ketika seorang kawan di Bali yang merupakan member milis yang saya kelola mengeluhkan kurangnya dealer resmi Kawasaki di Bali, saya tidak bisa berbuat banyak. Ya para konsumen yang tahu akan lebih berfikir seandainya kmi lebih meningkatkan after sales servis nya serta harga sparepart yg terjangkau dan banyak dipasaran. Saya lebih tertarik untuk membantu merealisasikan kerja sama dengan dealer Kawan Sakti di Bekasi yang menggandeng BKRC Jakarta dalam penjualan produknya. Sebagai usaha mendongkrak peringkat Kawasaki yang konon katanya peringkat ke empat di Indonesia, penjualan dan pengenalan produk melalui Klub Motor merupakan salah satu inovasi yang tepat dari dealer untuk itu. Nah yang jadi pertanyaan kenapa itu tidak dilakukan oleh KMI? Mengapa KMI kurang mampu merangkul klub motor yang ada sebagai “iklan murah” bagi penjualan produknya? Ah ….seandainya KMI tahu ketika seluruh Klub Motor Kawasaki se-Jabotabek berkumpul dalam acara Buka Puasa bersama Tahun lalu serta acara Bakti Sosial ke Panti Asuhan. Ketika seluruh pecinta Kawasaki hadir dengan Tunggangannya dari berbagai varian yang ada. Dari varian G7 sampai Ninja 250 hadir dan berbagi kebahagiaan dengan anak yatim. Atau KMI pura-pura tidak tahu karena keterbatasannya?. Atau Piagam Penghargaan yang diberikan BKRC Jakarta untuk KMI sebagai “klub motor yang berjiwa sosial” dari Menteri Sosial belum cukup untuk menggugah KMI akan kehadiran klub motor yang ada sebagai Sumber Daya untuk itu semua? Ayo KMI. Mana inovasi mu? Masih tertinggal jauh dengan kompetitor lain. Buktikan bahwa Kawasaki itu tidak hanya Ninja! Seberapa banyak penjualan yang kau harapkan dari (katanya) bebek mahal ini? Lebih baik kita berfikir positif. Setelah kehadiran Edge ini, akan hadir kawan-kawan pecinta Kawasaki penunggang edge yang mudah-mudahan mau bergabung dengan BKRC. Untuk itu regenerasi BKRC bisa dilakukan secara berkesinambungan. Akan hadir kawan-kawan yang memiliki ide-ide cemerlang, pemikiran brilliant, serta konsep dan gagasan yang bisa terealisasi dan didukung oleh semua kawan di BKRC. Dulu ketika terjadi people power dinegara kita yang berusaha menggulingkan kekuasaan Orde Baru, saya dikelilingi oleh kawann-kawan yang hadir dengan pemikiran progressive revolusioner tanpa berfikir pamrih atau ingin berkuasa. Ayo BKRC, mana pemikiran progressive revolusionermu sebagai wujud “we have the same feeling” mu itu? 
Rams DivLitBang BKRC JKT
|